Tiga masa penting dalam hidup


Pixabay.com

Tiga Masa tentang kisah kehidupan, aku, kamu, dan mereka.

Hidup manusia itu sederhana. Hari kemarin adalah masa yang sudah berlalu, sekarang adalah hari ini yang kita jalani dan hari esok adalah masa depan yang belum pasti. Dengan tiga jenis waktu yang ada ini, manusia diajarkan pada tiga kesempatan. Bersyukur untuk masa lalu, berikhtiar untuk masa sekarang dan bercita cita untuk masa depan.


Mensyukuri apa yang telah berlalu artinya menerima semua keadaan yang membersamai kita sebelum hari ini. Mungkin ada kisah sedihnya, ada banyak pula kisah bahagia di dalamnya. Mungkin ada cerita tentang lapangnya urusan kita dan barangkali ada juga cerita dimana kita berada dalam kesempitan sebuah urusan. Semuanya datang silih berganti. Mewarnai kisah kita mengisi setiap detik waktu yang kita lalui. Tenang, Semuanya sudah berlalu. Yang tertinggal hanya kenangan. Semoga apapun kisahnya, tak melunturkan semangat rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan kita kekuatan menjalaninya hingga saat ini berada dihari ini tetap dengan keberkahan dan rejekiNya yang tak pernah henti. Yaitu Sekarang alias hari ini. 



Dan untuk hari ini, bagian ikhtiarlah yang berperan. Berusaha sebaik mungkin, melakukan apa saja untuk segala kemungkinan kebaikan yang sudah kita rencanakan. Mungkin bisa saja tak sekedar doa. Ada tetesan peluh keringat dan juga air mata. Tapi sungguh tak mengapa. Sejatinya nanti akan terasa indah pada waktunya. Intinya ikhtiar saja. Hasilnya tak akan pernah dikhianati usaha. Selalu sepadan insyaallah. Walau mungkin tak sesuai keinginan. Ada pahala sabar untuk setiap ikhtiar. Keep smile yaa 



Sementara untuk untuk masa depan kita maka bercita-citalah teman. Masa depan adalah kesempatan bagi kita. Untuk mewujudkan semua rencana kebaikan kebaikan yang sudah kita susun sedemikian rupa. Ada doa doa panjang yang di langitkan tanpa henti. Bisa jadi ada air mata yang selalu mengiringi. Semua itu dilakukan agar harapan menjadi nyata dan pasti.Karena sejatinya apa yang kita lakukan itu tidaklah pernah ada yang sia- sia. Semua pasti ada porsi balasannya.


Lewat syukur dimasa lalu, ikhtiar dihari ini, dan cita-cita untuk masa depan, maka hidupku, hidupmu, hidup kita dan hidup mereka, berkelindan dalam satu takdir atas nama kehidupan. Maka berbahagialah selalu disetiap waktumu teman. 


Weni mustika

Tulisan di buku antologi ke 8

Ini buku Antologinya yang ke 8

Comments

Popular posts from this blog

Berbagi cerita adalah kesempatan menikmati dunia

Kisah kehilangan yang membangkitkan

"Mangkat Jarah" Napak Tilas Jejak Para Wali di Tanah Jawa